Friday, May 25, 2012

Memang Harus "main" kalee ya

Kalian tau gak, apa akibatnya kalo kita sembarangan hidup, tanpa ada semacam aturan, perintah, pengawasan, omelan, nasihat, bimbingan, advise, penceramahan, khotbah, dan banyak yang lainnya yang berhubungan dengan omongan, sindiran, marahan, kecerewetan, kebawwelan, yang pokoknya menyangkut dengan “bibir dan lidah” n appa aja itu, Q sampe lupa.... de el el dah,,?????? Kalo menurut Q pribadi, memang semacam “rule” penting dalam mengatur hidup terutama membentuk perilaku seorang, TAPPPIII selayaknya “rule” tersebut tidak mengikat orang terlalu “menekan” so banyak deh reaksi dari “tekanan rule” tersebut, misalnya orang menjadi semakin terikat, penurut, patuh, dan atau sebaliknya....???. yuuukkkk simak cerita berikut..... :D
Di setiap minggu pagi, kita bergegas bersepeda menuju pelabuhan yang tak lain hanya untuk menceburkan pancing berharap ada ikan yang tersangkut, memakan umpan kita yang jaraknya agak jauh dari rumah. Sepeda onthellah yang menemani perjalanan kita. Tak hiraukan jauhya jarak, kami sangat menikmati perjalanan.

Sesampai di pelabuhan, Q pun langsung turun ambil bagian terdepan, menyiapkan kait, memasang umpan dan ambil posisi uweenak untuk menghalang ikan2. Tapi Q tak ikuti aktivitas Paman Q. Q lebih memilih main sendiri saja... Pergi ke tepi pantaii. Q membiarkan ombak2 menerjang tubuh Q, uiiihhhhhhh.... ayoo... ayooo... datanglah kepada Q. Hahahaaa, sedangkan Paman Q asikk dengan pancingnya yang tak kunjung berat dan kulihat kaitnya tidak ada perubahan... hmmm... kasian bangett... di satu sisi, bau petualangan mulai tercium di pelabuhan, lautt,, ombak....Q datang.. gimana kalo Q main2 saja, waktu itu keadaan laut mendukung banget, tak ragu buat Q menjauh dari pantauan Paman. Tanpa ijin Q meninggalkan Paman kira2 smpai 500 meter, tapi Q masi bisa melihat Paman Q yang salah satu kakinya harus di amputasi itu .

Main air, sana sini, menghadang ombak, mengganggu ikan2 yang bersembunyi di karang sampai-sampai gak terasa matahari mulai menyengat tubuh Q. Dan tak ku sangka Q kehilangan Paman, tak Q lihat dia mengayunkan pancingnya. Q pun menghentikan main Q dan mulai konsentrasi pada hal yang tak ku sangka ini. Kekhawatiran Q mulai merasuk, akhirnyaa Q cari Paman kemana-mana, melangkahkan kaki makin menjauh dari tempat semula. Q amati setiap orang, sampai Q menemukan Paman, “Paman, Paman kemana ajaa, sih..?? sambil Q tepuk bahunya. “Ayo pulang, udah dapet, kn?” tiba2 orang i2 membalikkan badan, ternyata..... upss, salaahhhhhhhh orang. Apaaaa??? Duhhh... maluu bangett deh,, Langsung Q kaburrrr terbirit tanpa minta maaf. Hmmmmm....Q makin bingung, belumm lagi, perut keroncongan, gak bawa uang L nasibbb.... Q teruskan perjalanan, sampai bisa Q dinobatkan seperti anak hilang, orang2 sudah banyak yang bergegas pulang. Tiba2 Q dengar suara memanggil Q, “ Wi, tiwiii....” dan ternyata Paman terlihat dari kejauhan membawa hasil yang cukup memuaskan untuk mengapresiasikan hobinya yaitu mancing.. “kamu kemana saja, Paman lagi asikk mancing, kamunya ilang. Dengan perasaan yang bercampur, “Q.... ak.. “hmm ya sudahlah, ayo pulang”, kata Paman. Terlihat sekali kalo Paman bahagia dengan hasil memancingnya hari itu.

Next, di bawah setengah terik matahari kita pulang. Di tengah perjalanan Q mengakui bahwa Q sempat meninggalkan Paman dan main2 di tepi pantai. Eitss... tapii Q gak bilang kalo Q salah tegur orang,, wahhh... bisa2 jadi topik hangat sesampai di rumah nanti. Hahahahaa..... Paman Q kan sukanya,, hmmmm g2 deh... sebar2 benih gosiipp... (kyak cewe ajaa... :D )

2 comments:

  1. OK, thanks a lot mister.. :D

    ReplyDelete
  2. suka nulis juga ternyata hehehe..... ^_^ keerreeeeen tulisannya kalah kyaknya aku wes :) lanjutkan menulisnya...sippp (y)

    ReplyDelete